Friday, March 13, 2009

Mengatasi rasa gugup

" Aduh gimana ini, aku gugup sekali, bentar lagi giliranku ". Kata Johan pada temannya. Kita sering mendengar sahabat kita mengungkapkan kalimat seperti ini ataupun kita sendirilah yang mengatakan hal tersebut. Kita sering merasakan gugup yang dosisnya amat besar ketika kita akan melakukan sesuatu yang akan dinilai oleh orang lain. Contoh perasaan ini sering kita jumpai pada mereka yang akan mengikuti audisi, presentasi atau saat mengatakan isi hati mereka pada orang yang sangat mereka sayangi.

Apakah merasa gugup itu berarti lemah ? Secara pribadi saya dapat menjawab pertanyaan tersebut dalam dua sisi, yaitu bisa berarti iya dan tidak. Baiklah saya akan menjelaskan bagaimana perasaan gugup itu dapat berarti Anda lemah atau sebaliknya. Jika ketika perasaan gugup itu
telah menguasai diri Anda dan Anda tidak melawannya maka saya katakan 1juta% bahwa Anda layak mendapat gelar manusia lemah namun rasa gugup tersebut harus dapat diatasi, maka Anda telah benar-benar menjadi manusia yang berani.

Sebenarnya rasa gugup itu dapat dikalahkan. Saya akan membagikan kisah saya. Ia adalah seorang guru les bahasa inggris di sebuah kursus. ini adalah cerita yang ia bagikan padaku ketika kami sama-sama mengajar. Ia adalah seorang guru yang lebih senior dariku. Ia telah mengajar disana selama 2 tahun. Ketika baru mulai mengajar, aku terus merasakan rasa gugup yang kian membekukan diriku. Akupun kemudian menceritakan masalah ini padanya. Jawabannya sangat menginspirasiku, katanya padaku " kamu hanya butuh persiapan yang 200%. 


Maksud dari kata 200% adalah bahwa aku harus menyiapkan materi yang akan kuajarkan dengan sangat teliti. Aku harus membaca-baca materi tersebut dan menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh murid-murid nantinya. " Ini benar-benar cara yang amat kuingat sampai sekarang. Waktu Anda dihadapkan pada suatu pekerjaan ataupun kegiatan yang akan mengundang penilaian orang lain lakukanlah persiapan yang terbaik. Persiapan yang melebihi yang biasa Anda lakukan, Ya.. Persiapan yang 200%.

Baiklah, memikirkannya sering lebih menakutkan dari melakukannya. Jika Anda diminta untuk berpidato. Memikirkan diri Anda berpidato akan jauh lebih menakutkan, Anda akan disibukkan untuk memikirkan berapa banyaknya orang yang sedang mendengar pidato Anda atau apakah ada salah satu diantara mereka sedang menertawakan pidato saya, dan masih banyak hal-hal buruk lainnya yang terus menyita perhatian dan pikiran Anda. Saran saya mudah saja, LAKUKANLAH jangan memikirkannya.


Anda berpidato dengan fokus dimana Anda hanya berkonsentrasi pada pidatonya tanpa mengizinkan apapun untuk menempati perhatian Anda, maka kegugupan dan ketakutan Anda akan perlahan-lahan menghilang dan Anda akan sangat menikmati apa yang sedang Anda lakukan. Seringkali cara untuk menghilangkan gugup itu adalah dengan melakukannya

No comments:

Post a Comment