Sunday, October 4, 2009

Badai Pasti Berlalu

Tgl 30 september 2009 tepatnya sore hari suatu musibah telah menimpa saudara-saudari kita di provinsi Sumatera Barat tepatnya Padang. Kita begitu terluka dan bersedih melihat kejadian tersebut. Melihat saudara-saudari kita harus merasakan musibah yang menyebabkan mereka kehilangan keluarga, harta benda, pekerjaan, ataupun sahabat sungguh hati kecil ini ikut sedih dan prihatin. Namun Haruskah kita terus bersedih meratap pilu dengan cobaan tersebut? Bagaimana seharusnya kita harus memandang dan menanggapi musibah gempa bumi tersebut dengan penuh semangat positif? Hidup ini memang tidak selamanya hanya ada kebahagiaan. Kita juga harus bertemu dengan sahabat kebahagiaan yaitu kesedihan. Realita ini lah yang harus kita mengerti untuk membuat diri kita selalu tegar dan tabah dalam menjalani hidup ini.

Setiap orang pasti tak menginginkan adanya bencana dalam hidup mereka
seperti dipecat, bercerai, tidak rukun dengan istri atau salah satu anggota keluarga ataupun mendapat bencana yang menghilangkan harta benda apalagi nyawa. Meskipun begitu sebenarnya Suatu Kesedihan tak selamanya tidak membawa sesuatu yang berharga. Karena Kesedihan merupakan sahabat kebahagiaan maka ia juga memiliki sesuatu yang membuat hidup ini lebih berkualitas lagi, misalnya melalui bencana gempa bumi yang melanda provinsi sumatera barat dan sekitarnya manusia telah disadarkan akan suatu hal yang selalu menghantui kita. "Kematian" benar kematian adalah pasti dalam hidup ini, tak satupun manusia yang dapat lari dari kematian. Kesedihan akibat Bencana alam ini telah memperlihatkan bahwa hidup kita dapat saja berakhir kapan sajaSeharusnya kita dapat memanfaatkan hidup kita dengan sebaik-baiknya, untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari setiap hari yang Anda jalani. Lakukanlah apa yang Anda inginkan untuk kualitas hidup yang lebih baik secara fisik maupun rohani karena hidup ini tidaklah pasti panjang, ia bisa berakhir kapan saja.

Disamping itu, kesedihan yang ditimbulkan oleh musibah ini juga menyentak setiap hati masyarakat bangsa ini untuk menguji rasa solidaritas kita bersama. Saatnya kita berbagi untuk saudara-saudara kita yang menderita akibat bencana itu dengan memberikan bantuan berupa uang yang dapat kita salurkan melalui rekening ke pihak-pihak yang akan menyalurkan dana bantuan, ataupun menjadi relawan yang siap untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita bersama.

Pernahkan Anda mendengar kalimat berikut "Badai pasti akan berlalu". Mungkin Bencana gempa bumi di padang benar-benar melukai negeri ibu pertiwi ini INDONESIA. Namun seberapa berat pun dampak yang diakibatkan oleh musibah tersebut, semuanya akan berakhir juga. Masyarakat negeri ini tidak akan menyerah untuk membangun negerinya lagi. Pemuda-Pemudi di daerah padang, bengkulu, jambi dan daerah yang mengalami dampak bencana tersebut akan bangkit kembali untuk membangun kota mereka lagi meskipun mereka harus memulainya dari nol. Kita percaya bahwa melalui bantuan yang datang dari para donatur ataupun relawan yang berasal dari segala penjuru Indonesia akan segera memulihkan daerah yang tertimpa bencana.

Saya punya sebuah cerita yang saya baca dari sebuah buku yang sangat membuka pintu hati saya, cerita tersebut menceritakan bahwa ada seorang narapidana yang telah melakukan kesalahan besar dalam hidup mereka sehingga ia harus mendekam di penjara selama puluhan tahun. Namun tahukah Anda apa yang selalu membuatnya tegar dan tabah dalam menjalani masa hukumannya? Didalam ruang tahanannya, ia mengukir sebuah kalimat yang begitu indah "Segala sesuatu pasti akan berlalu". Setiap ia mengalami sebuah pemberontakkan dalam dirinya ia melihat ke dinding tersebut, maka seketika ia mendapat cambukan semangat untuk terus semangat menata hidupnya kembali karena dalam hatinya ia berkata "Masa hukumanku pun akan berakhir, besok ketika matahari terbit masa hukumanku telah berkurang satu hari lagi" Sungguh pemikiran yang benar-benar positif. Seharusnya kita juga dapat berpandangan dengan begitu yakin. Badai apapun yang menghantam negeri ini, ingatlah bahwa badai ini akan mereda dan berlalu juga akhirnya.

Hal terbaik yang harus kita lakukan adalah melihat kedepan dan memulai hidup ini dengan penuh semangat kembali, semangat yang begitu tulus seperti seorang bayi yang sedang belajar berjalan, ketika kita masih berusia 3 atau 4 tahun kita telah menunjukkan sebuah semangat yang begitu tulus, saat kita jatuh karena mencoba berjalan, kita merangkak lalu bangkit kembali meskipun kita menangis tetapi kita tetap mencoba untuk melangkahkan kaki kita untuk berjalan lagi sampai akhirnya kita dapat berjalan seperti yang selalu Anda lakukan setiap hari. Anda dapat menggunakan kembali semangat tersebut untuk membangun hidup Anda lagi tanpa kenal lelah. Tidak ada waktu untuk terus bersedih apalagi menyesali musibah ini. Usaplah air mata Anda sebagai tanda Anda telah siap untuk memulai kembali hidup Anda. Badai kehidupan ini telah membuat diri Anda semakin matang; menjadi pribadi yang lebih dapat menghargai hidup serta menjadi insan yang dapat lebih bersyukur terhadap apa yang telah Anda peroleh sekarang. Jadikanlah modal ini untuk menyonsong hari esok yang lebih cerah lagi.

Sumber foto : http://dragus.cn/images/BahagiaBISAdiungkapkandengankatakata_768B/Topsail08.jpg

No comments:

Post a Comment