Wednesday, August 25, 2010

Apakah yang menjadi kunci keberhasilan, IQ atau EQ?

Siapa yang tak ingin mencapai kesuksesan dalam hidup mereka. Hal ini adalah impian, mungkin tujuan terbesar dari hampir semua individu di planet ini. Untuk dapat meraih kesuksesan dalam hidup ini, tentunya tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Banyak pribadi di sekitar kita yang memiliki kelebihan dalam inteligensi namun ternyata tidak memperoleh kesuksesan dalam hidup mereka. Apa gerangan yang menjadi penyebabnya? Apakah seorang yang mempunyai prestasi belajar yang bagus dapat sukses dalam kenyataan kehidupan yang kejam ini. Membahas tentang hal ini tentunya sangatlah menarik, bukan?

Mari kita gali satu-persatu masalah ini. Berdasarkan buku-buku yang telah ditulis oleh para pengamat dan para ahli yang terus melakukan riset untuk menemukan kemungkinan orang yang memiliki inteligensi (IQ) tinggi selalu bisa sukses
dalam menjalankan bidang yang ditekuninya.

Hasil penelitian ini akan membuat Anda yang dulunya mungkin memiliki prestasi yang biasa-biasa saja di sekolah dapat tersenyum lega sedikit. Mengapa demikian? Fakta yang ditunjukkan adalah bahwa orang yang memiliki IQ tinggi tidaklah menjanjikan mereka akan selalu sukses dalam semua bidang yang ditekuninya. Malah cenderung mereka yang memiliki IQ tinggi malah mengalami masalah finansial dalam kehidupannya. Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa hal yang berpengaruh dalam kesuksesan dalam hidup kita bukanlah masalah IQ. Tetapi ada hal lain yang mengambil peranannya dalam mempengaruhi apakah seseorang dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan ini.

Setelah berkutat terus dengan penelitian itu, apakah yang sebenarnya mempengaruhi mengapa ada orang diluar sana yang berhasil meraih kesuksesan sedangkan sisanya terpaksa menjadi pecundang yang terus mengalami masalah finansial dan karir yang tidak buruk?

Kesuksesan yang selama ini menjadi target hidup setiap orang sangat dipengaruhi dari kemampuan EQ (Emotional Quotient) dari orang tersebut. EQ adalah faktor emotional yang dimiliki setiap individu, dan kualitas EQ ini sangatlah bervariasi untuk setiap orang. Alasan utama mengapa mereka yang memiliki inteligensi yang lebih baik cenderung kurang sukses dalam hidup mereka adalah karena EQ mereka tidaklah menunjukkan hasil sebaik IQ mereka.

Banyak dari mereka yang cenderung memiliki data EQ yang rata-rata ataupun dibawah rata-rata. Contoh pengaruh dari EQ sering Anda temukan dalam keseharian Anda. Dalam kehidupan ini kita hidup dengan cara bersosialisasi dengan yang lainnya. Sosialisasi ini seperti berteman. Dari contoh ini kebanyakkan pribadi dengan tipe IQ yang baik memiliki masalah dalam hal berteman. Mereka kesulitan dalam bergaul dan berbaur dengan teman-teman mereka. Hal ini terjadi karena mereka cenderung kurang dapat memahami dan mengerti bagaimana cara membangun hubungan antar individu yang baik.

Sering kita lihat di sekolah-sekolah ataupun universitas, mereka yang masuk dalam kategori "cerdas" lebih banyak pendiam dan kurang suka bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Jadi dalam dunia bisnis ataupun usaha sekarang, faktor yang berpengaruh lebih banyak adalah faktor emosional bukanlah inteligensi. Para CEO sukses adalah mereka yang dapat mengendalikan emosi mereka dengan begitu baik, sehingga selalu tampak tenang dalam menghadapi masalah apapun dan mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk perusahaan. Hal ini tentunya membawa kepercayaan orang-orang untuk menggunakan jasa mereka untuk meningkatkan kemajuan bisnis mereka.

Salam Inspirasi, Hendy Su

No comments:

Post a Comment